Pegagan adalah antioksidan alami yang berpotensi sebagai antipenuaan
Penuaan merupakan proses akumulasi berbagai perubahan pada sel dan jaringan sebagai akibat pertambahan umur. Penuaan dapat disebabkan oleh reaksi glikosilasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi jus pegagan sebagai antipenuaan dengan pendekatan reaksi glikosilasi. Untuk penentuan potensi antipenuaan jus pegagan, dilakukan empat tahapan percobaan yaitu aktivitas antioksidan total, chelating logam, scavenging hidrogen peroksida dan potensi antiglikosilasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan jus pegagan (Centella asiatica) dalam menghambat reaksi glikosilasi dengan melalui uji chelating logam sebesar 82,5841%, scavenging H2O2 sebesar 99,5304%, antioksidan total sebesar 3,2070%, dan aktivitas antioksidan tersebut memberikan potensi antiglikosilasi sebesar 88,2594%. Dengan demikian, pegagan adalah antioksidan alami yang berpotensi sebagai antipenuaan
TANAMAN OBAT
Pencarian per Nama Penyakit:
Kaki Kuda
(Centella asiatica, (Linn), Urban.)
Sinonim :
Hydrocotyle asiatica, Linn. Pasequinus, Rumph.
Familia :
Umbelliferae
Uraian :
Terna liar, terdapat di seluruh
Nama Lokal :
Pegagan, Gagan-gagan, Rendeng, Kerok batok (Jawa); Daun kaki kuda (
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Typus, Busung, Sakit kepala, Influenza, Keracunan Jengkol, Ayan;
Pemanfaatan :
1. Tyfus
Bahan: 1 genggam daun kaki kuda, ½ genggam daun jintan dan 5
batang tapakliman.
Cara membuat: semua bahan tersebut dicuci bersih dan dikukus
untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: hasilnya ditambah dengan 1 sendok makan
madu dan diminum.
2. Busung
Bahan: tumbuhan kaki kuda lengkap (akar, batang dan daunnya), 3
batang alang-alang, 1 potong kulit kamboja.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air
sampai mendidih hingga tinggal ½ gelas.
Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 1 cangkir.
3. Sakit Kepala
Bahan: 1 genggam daun kaki kuda dan seujung sendok makan
jintan.
Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air
sampai mendidih hingga tinggal ½ gelas.
Cara menggunakan: disaring dan ditambah dengan 1 sendok makan
madu, kemudian diminum.
4. Influenza
Bahan: 1 genggam daun kaki kuda.
Cara membuat: ditumbuk halus (dipipis) untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: ditambah sedikit garam dan diminum.
5. Keracunan jengkol
Bahan: 10-15 daun kaki kuda.
Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga
tinggal 1 ½ gelas.
Cara menggunakan: disaring dan diminum.
6. Ayan
Bahan: daun kaki kuda secukupnya yang sudah kering daun gula
aren secukupnya.
Cara membuat: daun kaki kuda ditumbuk halus kemudian diambil 1
sendok dan dicampur dengan gula aren secukupnya. Kedua bahan
tersebut disedu dengan 1 gelas air panas (masak).
Cara menggunakan: disaring dan diminum; diulangi secara teratur.
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Rasa manis, sejuk. Anti infeksi, antitoxic, penurun panas, peluruh air seni. KANDUNGAN KIMIA : Asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahminoside, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inositol, centellose, carotenoids, garam-garam mineral seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi, vellarine, zat samak. Senyawaan glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside dan senyawaan sejenis, mempunyai kasiat anti lepra (Morbus Hansen), Daun kaki kuda mengandung senyawa glikosida trigergepnoida, alkaloid hidrokotilin, steroid, tanin, minyak atsiri, gula pereduksi dan garam-garam mineral seperti garam-garam mineral seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi




.jpg)